​Dokter Buku

 Penterjemah:
Mr. Daniel Eko




 

  Kebanyakan, walaupun tidak semua, dokter-dokter di Amerika maupun di Indonesia membuat keputusan klinis mereka berdasarkan atas hasil dari laboratorium yang “normal”. Jika hasil referensi pengujian laboratorium yang "normal" adalah antara 2 dan 8, dan hasil Anda adalah 2,5 misalnya, maka kebanyakan dari dokter-dokter tidak akan melakukan apa-apa untuk Anda karena mereka mengatakan bahwa itu masih "normal." Tapi, jika Anda tiba-tiba merasakan sakit nyeri di dada, sakit kepala yang parah, atau Anda tidak bisa mengangkat lengan Anda karena kondisi Anda yang kurang dari "optimal" maka Anda harus segera pergi ke rumah sakit Gawat Darurat - itu adalah standar atau alasan mereka.  

 Mengapa kebanyakan pasien harus menunggu sampai mereka mengalami nyeri dada atau sakit kepala yang parah dan tidak bisa lagi mengangkat tangan mereka sebelum dokter membantu mereka? Jika dengan jalan memberikan beberapa bentuk pengobatan dini, seperti obat-obatan, vitamin, herbal, suplemen, atau apa pun, dan mereka dapat meningkatkan nilai laboratorium pasien mereka menjadi 3,5 atau lebih dan menghindari nyeri dada, sakit kepala berat atau mungkin serangan jantung, mengapa mereka tidak melakukannya? Mengapa mereka tidak memberikan pasien mereka sesuatu atau apa saja, yang dapat mengoptimalkan hasil dari nilai laboratorium mereka dan membuat mereka merasa lebih baik, bukannya membantu mereka dengan cara yang berputar-putar? 
 
 Mengapa para dokter di Amerika yang mengklaim bahwa mereka memiliki kualitas tertinggi dari pendidikan kedokteran di dunia memiliki pemikiran yang kurang luas sehingga hanya berpikir dengan logika dan akal yang sempit dan hanya melihat apa yang "normal" saja dan bukannya apa yang "optimal"?  Apakah mereka percaya bahwa "normal" adalah sama dengan optimal? Apakah mereka tidak pernah belajar tentang pengobatan pencegahan waktu di sekolah kedokteran, atau mereka hanya sekadar malas dan tidak peduli dengan keadaan pasien mereka? Untuk menggambarkan nilai angka "normal" ini kita ambil contoh seperti di tingkat Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah Pertama Amerika adalah "D, C, B, atau A." Jika Anda mendapatkan nilai "D", itu masih dianggap "normal" meskipun rendah, dan sekolah tidak akan melakukan apa-apa untuk hal itu. Mengapa, karena masih dalam kisaran yang "normal"? Tetapi jika Anda mendapatkan nilai "F" di kelas, maka Anda akan panik.
 
  Haruskah para pasien, terutama orang-orang tua, menunggu sampai status kesehatan mereka memburuk sampai ke tingkat "F" sebelum dokter akan membantu mereka?
 
   Apakah mengherankan mengapa kita memiliki begitu banyak mahasiswa yang putus kuliah? Apakah mengherankan mengapa kita melihat begitu banyak pasien yang sakit dan sekarat? Apakah Anda terkejut ketika Anda membaca di koran atau melihat di televisi bahwa dokter dituntut setiap hari? Apakah Anda ingin tahu alasannya mengapa? Salah satu alasan umum adalah bahwa banyak "dokter yang hanya menilai berdasarkan buku pelajaran" yang tidak tahu apa yang mereka katakan atau lakukan, lihat di
sini. Mereka hanya menerka-nerka saja.  Misalnya, jika Anda mengalami obesitas dan gemuk, dokter mungkin akan mengatakan bahwa Anda terlalu banyak makan atau Anda perlu latihan gerak badan lebih banyak dan berhenti makan keripik kentang; tetapi jika Anda kurus, terlepas dari apa atau berapa banyak yang Anda makan, mintalah saran dari dokter-dokter Anda dan lihatlah apa yang akan mereka katakan. Mereka hanya akan menebak-nebak saja. Mereka harus memberikan jawaban dari setiap pertanyaan yang Anda tanyakan, meskipun mereka tidak tahu dengan jelas tentang apa yang Anda tanyakan. Alasan lainnya adalah karena kita lebih banyak mempercayakan hidup kita di tangan dokter yang hanya melihat pada apa yang "normal" dan bukannya pada apa yang "optimal."

 Bukankah seharusnya kita melihat seorang dokter dengan beberapa pandangan skeptisisme dan sarkasme, dan bukannya hormat sepenuhnya seolah-olah mereka adalah Tuhan?
 
  Saya yakin bahwa saya adalah benar ketika saya mengatakan bahwa mayoritas dokter di Amerika dan di Indonessia adalah "dokter yang hanya menilai berdasarkan buku pelajaran" yang tidak tahu apa-apa selain dari buku teks kedokteran yang mereka baca di sekolah. Dokter seperti ini sangat pintar berbicara dengan pasien mereka dalam bahasa Inggris atau Indonesia, tetapi tidak pernah atau jarang yang bisa atau mau mendengarkan masukan dari pasien mereka dalam bahasa apapun juga. Mereka hanya mengetahui sedikit melampaui dari apa yang telah mereka baca dalam buku teks medis di sekolah mereka. Ego mereka yang besar menghalangi keterampilan berpikir kritis mereka yang terbatas. Pendidikan dan pengetahuan tambahan mereka hampir tidak ada artinya.

Jika mereka menunjukkan tanda-tanda perhatian pada pasien mereka, biasanya perhatian mereka tidak sepenuh hati, atau hanya karena takut bahwa mereka mungkin akan dipecat atau dituntut untuk tindakan malpraktik.
 
  Saya mohon kepada Anda, mari tinggalkanlah "dokter yang hanya menilai berdasarkan buku pelajaran " saja. Gantinya, belajarlah sendiri dengan baik supaya Anda bisa menjadi Penasehat Pasien yang cerdas.

 

 

​                                                                                                                                                                                                                                                                                 





                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                    





INDONESIAN  CUISINES  - Soytempeh