Gigi Ganti Gigi

 Penterjemah:
Mr. Daniel Eko

INDONESIAN  CUISINES  - Soytempeh

  Apakah ada yang ingat berapa lama konflik antara Israel dan Arab berlangsung? 10 tahun? 20 tahun? 50 tahun, atau lebih? Berapa lamakah itu terjadi? Bagaimana tentang konflik antara Amerika dan sekutu-sekutunya dengan Jepang selama Perang Dunia II? Atau antara Amerika dan sekutunya melawan Nazi di Jerman? Berapa lama konflik itu berlangsung?

  Seingat saya, konflik pertama antara orang-orang Yahudi dan orang Arab dimulai saat nabi Ibraham, yang merupakan seorang Yahudi, mengusir nyonyanya yaitu Hagar, seorang Arab, dengan anak yang baru dilahirkannya, yaitu Ismail dari rumahnya ke gurun atas permintaan istri Yahudinya yaitu Sarah. Menurut orang Muslim nabi mereka, Muhammad, adalah keturunan dari Ismail. Sarah kemudian hamil dan melahirkan Ishak yang merupakan nenek moyang dari Yesus.

  Singkatnya, Abraham memiliki anak pertamanya, Ismail, dari Hagar, dan putra keduanya, Ishak, dari Sarah. Orang-orang Kristen percaya bahwa Yesus dikirim ke dunia oleh Allah. Orang Muslim percaya bahwa Muhammad dikirim ke Arab oleh Tuhan mereka, yaitu "Allah." Tapi kebanyakan orang Yahudi dan Muslim tidak percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah begitu juga dengan orang Kristen maupun orang Yahudi mereka tidak percaya bahwa Muhammad adalah utusan Allah; meskipun ketiganya yaitu: Kaum Yahudi, Muslim, dan Kristen percaya kepada nabi orang Yahudi yaitu Ibrahim. Selain daripada itu, mereka benar-benar tidak memiliki kesamaan yang lainnya. Tidak ada titik temu diantara mereka untuk menyepakati siapa Tuhan yang asli atau siapa Tuhan yang palsu - Yesus, Yahweh, atau Allah? Dan yang lebih parah lagi, mereka masing-masing mencoba untuk mengubah iman satu sama lain ke iman mereka, atau agama mereka – hal inilah yang merupakan penyebab utama terjadinya perselisihan dan gesekan untuk semua orang. 

  Saya percaya tidak akan pernah ada perdamaian antara orang Yahudi dan orang Arab di Timur Tengah. Mengapa? Karena agama mereka mengajarkan mereka "mata ganti mata" dan "gigi ganti gigi". Mereka tidak percaya bahwa jika seseorang menampar Anda di pipi kanan Anda, Anda harus memberikan pipi yang lain juga, seperti yang diajarkan Alkitab. Atau, jika seseorang menginginkan baju Anda, berikanlah celana Anda juga. Tak satu pun bersedia menyerahkan tanahnya tanpa mengambil, atau menuntut tanah lebih dari yang lain.

Mengenai masalah tanah ini, saya percaya, adalah alasan utama mengapa tidak akan pernah ada perdamaian di antara mereka. Orang-orang Arab mengatakan, "Ini adalah rumah kami." dan orang-orang Yahudi berkata, "Tidak, ini adalah rumah kami." Dan mereka berbicara tentang rumah yang sama. Lalu Presiden Barack Obama datang dan berkata, "Berhentilah bertengkar, bagi saja rumahnya." Orang-orang Yahudi berkata, "Baik, kita mengambil bagian depan rumah, dan Anda Arab mengambil bagian belakang rumah." Orang-orang Arab menjawab, "Apa yang sedang Anda bicarakan?" Selain itu juga, orang-orang Yahudi tidak percaya kepada orang-orang Arab, dan orang-orang Arab juga sebaliknya tidak percaya kepada orang-orang Yahudi.

  Sejarah memberitahu kita bahwa konflik antara orang-orang Yahudi dan orang Arab telah berlangsung dalam waktu yang sangat lama, sejauh pada waktu ketika Ibraham dan Muhammad masih hidup. Mereka, orang-orang Arab dan Yahudi, seharusnya seperti seorang saudara karena keduanya, Ismail dan Ishak, adalah anak-anak  dari Ibraham. Tapi mereka tidak, mereka membenci satu sama lain seperti kaum Sunni dan Syiah.

  Berapa banyak pemilihan presiden Amerika atau para Presiden yang kami punya untuk dalam kurun waktu selama 30 atau 40 tahun terakhir yang telah mencoba untuk membuat perdamaian abadi antara Arab dan Yahudi? Banyak. Apakah kita mendapatkan perdamaian abadi? Tidak, malah kita melihat lebih banyak masalah yang terjadi sekarang ini daripada sebelum adanya penawaran untuk perdamaian. Orang-orang mengatakan bahwa kita ingin damai, tapi mereka, orang-orang Arab dan Yahudi, tidak - sampai mereka bisa menyingkirkan yang lainnya.

  Setelah perang, setelah Jepang dan Nazi menyerah, tidak ada yang perlu dikawatirkan lagi. Bisakah kita mengatakan hal yang sama tentang 
Kalifat? Atau, akankah konflik – “gigi ganti gigi” – akan terus berlangsung selama ribuan tahun lagi?